Terima Delegasi U.S. Army War College di Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Dialog Indonesia-AS

Humaniora27 Dilihat

Jakarta — Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi simbol keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga ruang pertukaran gagasan strategis. Hal itu terlihat saat delegasi U.S. Army War College berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta, dalam agenda yang membuka ruang dialog mengenai hubungan Indonesia dan Amerika Serikat.

Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar agenda protokoler. Menurutnya, interaksi antarlembaga dan antarprofesional menjadi bagian penting untuk membangun hubungan, kepercayaan, pemahaman strategis, serta pertukaran gagasan antara kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Gugun melalui unggahan media sosialnya pada Kamis (25/9/2026).

“Beyond protocol, engagements such as this are about relationships, trust, strategic understanding, and the exchange of ideas,” tulis Gugun.

Menurut Gugun, keberadaan delegasi U.S. Army War College di Istiqlal memiliki makna lebih luas karena masjid tersebut berada pada persimpangan diplomasi, identitas kebangsaan, pendidikan, dan hubungan internasional.

Ia menilai dialog lintas institusi dapat membuka pemahaman yang lebih luas mengenai Indonesia, termasuk bagaimana posisi Indonesia dipandang dari perspektif mitra internasional.

Indonesia dan Ruang Dialog Global

Gugun juga menyoroti posisi Indonesia sebagai negara besar di kawasan Asia sekaligus anggota ASEAN yang memiliki hubungan dengan berbagai mitra internasional.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya Indonesia memainkan peran sebagai jembatan dialog antara Barat, Asia, dan negara-negara Global South.

“Our strength lies not in choosing sides, but in creating channels for dialogue, cooperation, and mutual understanding,” tulisnya.

Pandangan tersebut, lanjut Gugun, sejalan dengan posisi Presiden Prabowo Subianto yang dalam berbagai kesempatan menekankan peran Indonesia sebagai jembatan antara Global North dan Global South.

Bagi Gugun, kekuatan Indonesia tidak semata-mata terletak pada keberpihakan terhadap salah satu kelompok, tetapi juga pada kemampuan membuka kanal dialog, kerja sama, dan saling memahami di tengah perbedaan kepentingan dan perspektif antarnegara.

Tak Berhenti pada Hubungan Formal

Pertemuan dengan delegasi U.S. Army War College diharapkan Gugun tidak berhenti pada hubungan formal antarlembaga. Ia menilai pertukaran profesional, percakapan langsung, dan hubungan antarmanusia merupakan elemen penting dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Gugun berharap engagement tersebut dapat berkontribusi terhadap penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam sejumlah bidang, termasuk pendidikan, pertahanan, pengembangan kepemimpinan, serta hubungan antarlembaga.

“Quiet conversations today can become stronger partnerships tomorrow. InshaAllah!” tulis Gugun.

Dari Istiqlal, pesan yang disampaikan Gugun menempatkan dialog sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun hubungan antarnegara. Perbedaan perspektif tidak harus menjadi penghalang, tetapi dapat menjadi ruang untuk memperluas pemahaman dan membuka peluang kerja sama.

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang keagamaan dan kebangsaan seperti Masjid Istiqlal dapat menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai diplomasi, pendidikan, pertahanan, kepemimpinan, dan hubungan Indonesia dengan mitra internasional.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *