Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Panitia Penyenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Untuk itu, Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak memasang identitas dalam bentuk apa pun di area tenda.
“Kami sudah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas KBIHU dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya,” Tegas Ichsan Marsha melalui keterangan terulis yang diterima di Jakarta.
Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, serta seluruh unsur layanan terus dilakukan agar persiapan Armuzna berjalan optimal.
“Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk,” pungkas Ichsan.
Jemaah Diimbau Hemat Tenaga dan Saling Peduli
Kementerian Haji dan Umrah RI juga mengimbau seluruh jemaah untuk mulai mengurangi aktivitas yang tidak mendesak menjelang fase Armuzna. Jemaah diminta menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat dan menjaga asupan cairan.
“Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor,” katanya.
Selain itu, Ichsan mengajak seluruh petugas dan jemaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya,” ujar Ichsan.
Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.












