Wamenhaj Cek Langsung Kelaikan Akomodasi Jemaah di Sektor 10 Makkah

Haji381 Dilihat

Makkah – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah berjalan optimal, termasuk pada akomodasi yang memiliki jarak relatif jauh dari Masjidil Haram. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan inspeksi mendadak di Hotel Al-Hidayah Tower, Sektor 10, kawasan Aziziyah, Makkah.

Dalam tinjauan ini, Wamenhaj secara khusus menggandeng anggota Amirul Hajj yang memiliki kepakaran di bidang transportasi, yakni pengusaha jalan tol Jusuf Hamka (Baba Alun) dan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol (Purn) Suntana. Keterlibatan keduanya dinilai penting untuk mengevaluasi skema pergerakan jemaah.

“Sektor 10 atau Al-Hidayah ini menjadi salah satu yang menjadi perhatian utama karena merupakan hotel yang paling jauh. Jaraknya ke Masjidil Haram sekitar 12 kilometer. Karena itu, Kemenhaj memberikan perhatian khusus, mulai dari fasilitas hotel hingga layanan bus Sholawat yang menjadi andalan jemaah,” ujar Wamenhaj kepada tim Media Center Haji (MCH) usai peninjauan, Selasa (19/5/2026).

Meski berada di lokasi terjauh, Wamenhaj mengungkapkan temuan yang positif terkait kepuasan jemaah di sektor tersebut.

“Nah ternyata, justru yang minim komplain hari ini, yang minim pengaduan, itu adalah pelayanan di Hotel Al-Hidayah ini,” tegasnya.

Kepuasan tersebut sejalan dengan kelengkapan fasilitas yang tersedia. Saat berkeliling, Wamenhaj memastikan ketersediaan kantin yang representatif sebagai pusat berkumpul jemaah, lengkap dengan keberadaan warung-warung yang menjajakan makanan khas Indonesia.

Wamenhaj juga mengecek area penatu mandiri. Ia memastikan jumlah mesin cuci yang disediakan cukup banyak sehingga jemaah tidak perlu antre panjang. Wamenhaj pun menginstruksikan para petugas di Sektor 10 untuk mengecek kelaikan fasilitas secara berkala dan segera memperbaiki jika ditemukan mesin yang rusak.

Fokus Kesehatan dan Kesetaraan Layanan

Selain fasilitas akomodasi, kesiapan layanan medis turut menjadi sorotan. Saat meninjau klinik kesehatan di Tower 4, Wamenhaj menginstruksikan tim tenaga kesehatan untuk tidak sekadar menunggu, melainkan proaktif melakukan ‘jemput bola’ ke kamar-kamar jemaah yang sakit, terutama sebagai langkah antisipasi menjelang fase puncak haji di Armuzna.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj juga berdialog dengan jemaah haji mandiri, yakni mereka yang berangkat tanpa tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Wamenhaj memastikan bahwa negara hadir untuk seluruh jemaah tanpa membeda-bedakan status kelompok bimbingannya. “Para jemaah haji mandiri ini mendapatkan fasilitas yang sama seperti jemaah yang tergabung dalam KBIHU. Petugas haji tidak membeda-bedakan, semua diperlakukan sama,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *