Puji Kinerja Petugas, Menhaj: Lansia Terlayani dengan Baik

Haji411 Dilihat

Makkah — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melakukan pemantauan langsung terhadap layanan jemaah haji Indonesia di kawasan Terminal Syib Amir, Makkah, Rabu (20/5/2026). Dalam peninjauan tersebut, Menhaj menilai pelayanan petugas haji berjalan optimal, terutama bagi jemaah lansia.

“Saya menemukan petugas-petugas yang luar biasa. Alhamdulillah, dengan semangat jemaah yang diimbangi petugas yang sigap, para sesepuh yang rata-rata berusia 80 tahun ini bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” kata Menhaj usai melakukan peninjauan di Terminal Syib Amir.

Menurut Irfan, kehadiran petugas yang siaga di lapangan menjadi faktor penting dalam membantu kelancaran ibadah jemaah, terlebih menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ia menjelaskan, pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah memperoleh pelayanan maksimal dari para petugas yang telah bersiaga sejak pagi hari.

Dalam kesempatan tersebut, Menhaj juga menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan sejumlah jemaah haji asal Indonesia, termasuk jemaah dari Kalimantan. Berdasarkan dialog tersebut, para jemaah disebut memberikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan petugas di lapangan.

Pemerintah Akan Terus Evaluasi Layanan Haji

Guna menjaga kualitas layanan dan kepuasan jemaah, Menhaj menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita akan selalu mengevaluasi. Kelebihan yang ada kita pertahankan dan kita tingkatkan, sementara kekurangan kita tutup dan perbaiki. Hal itu yang harus terus dilakukan,” ujar Irfan.

Ia menambahkan, evaluasi dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan haji dari tahun ke tahun.

Menhaj Minta Jemaah Tetap Tenang Hadapi Antrean Bus

Terkait adanya antrean dan penumpukan bus di sejumlah terminal, Menhaj meminta jemaah tetap tenang dan tidak khawatir. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat rekayasa lalu lintas yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Menjelang Arafah ada rekayasa lalu lintas yang dilakukan Pemerintah Saudi, sehingga beberapa bus harus berputar-putar. Kami memaklumi keterlambatan tersebut, namun kami pastikan dan upayakan secara maksimal seluruh jemaah tetap terangkut kembali ke hotelnya masing-masing dengan aman,” pungkas Menhaj.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *