Kemenhaj Siapkan Konsumsi Ready to Eat Jelang Armuzna, Jemaah Haji Indonesia Dapat 21 Porsi Makanan

Haji438 Dilihat

Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperkuat kesiapan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima selama menjalani rangkaian ibadah yang padat dan membutuhkan stamina tinggi.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan hingga hari ke-28 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, seluruh layanan bagi jemaah berjalan dengan baik melalui penguatan pendampingan petugas di berbagai titik layanan.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Data operasional terbaru menunjukkan sebanyak 464 kelompok terbang (kloter) dengan total 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 455 kloter yang terdiri atas 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat mencapai 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas. Selain itu, sebanyak 12.180 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

Maria menjelaskan, fase Armuzna menjadi momentum paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji karena tingginya mobilitas dan padatnya aktivitas jemaah. Oleh sebab itu, layanan konsumsi dipastikan tersedia secara cepat, aman, dan memenuhi kebutuhan nutrisi.

“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” katanya.

Untuk mendukung kebutuhan konsumsi selama fase tersebut, pemerintah menyiapkan skema katering Ready to Eat (RTE) atau makanan siap santap. Skema ini dipilih karena dinilai lebih efektif untuk distribusi cepat di tengah mobilitas tinggi jemaah, mudah dikonsumsi, tahan lebih lama, serta tetap memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kebutuhan gizi.

Menurut Maria, makanan siap santap yang disiapkan tetap mempertimbangkan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera mayoritas jemaah Indonesia.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelasnya.

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan menerima 15 porsi makanan bercita rasa nusantara yang disediakan pihak syarikah. Pemerintah juga menambah enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna, yakni pada 7–8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026. Dengan demikian, total konsumsi yang diterima jemaah mencapai 21 porsi makanan siap santap.

Kemenhaj memastikan seluruh makanan siap santap akan mulai terdistribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan menuju Armuzna dimulai.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.

Menjelang puncak ibadah haji, Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah agar menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak guna menjaga kebugaran.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” tutup Maria.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *