Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan Selama Armuzna

Haji435 Dilihat

Jakarta — Jemaah haji Indonesia mulai bergerak secara bertahap menuju Arafah pada Senin (25/5/2026) atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah untuk menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau seluruh jemaah menjaga kesehatan, disiplin mengikuti jadwal, serta mematuhi ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf, mengatakan bahwa pergerakan jemaah menuju Arafah menjadi fase penting dalam penyelenggaraan ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah,” ujar Maria dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5).

Menurutnya, keberangkatan jemaah menuju Arafah dilakukan dalam tiga gelombang, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Karena itu, jemaah diminta mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dan tidak bergerak sendiri di luar rombongan.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” katanya.

Selain kesiapan teknis, Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan ihram selama menjalani puncak haji. Jemaah laki-laki diimbau tidak mengenakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat, serta tidak memakai alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit.

Sementara itu, jemaah perempuan diminta tidak mengenakan cadar maupun sarung tangan selama dalam keadaan ihram. Seluruh jemaah juga diingatkan untuk menghindari larangan ihram lainnya, seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wewangian setelah niat ihram, serta menjaga perilaku dan ucapan selama ibadah berlangsung.

Maria menegaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi faktor utama selama fase Armuzna yang menuntut stamina tinggi dan mobilitas intensif di tengah cuaca panas Arab Saudi.

“Kami meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.

Ia juga mengimbau jemaah menggunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko kelelahan akibat suhu panas. Bagi jemaah dengan riwayat penyakit tertentu, obat pribadi diminta selalu dibawa dan mudah dijangkau.

“Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” tegasnya.

Untuk mendukung pelayanan selama puncak ibadah haji, Kemenhaj menyiagakan satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan satu di Mina guna memastikan layanan medis tersedia secara cepat dan optimal bagi jemaah.

Selain itu, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah telah ditempatkan di berbagai titik layanan untuk memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah berjalan maksimal.

Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah untuk meningkatkan kepedulian selama pelaksanaan puncak haji.

“Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *