Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah Besok, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna

Haji445 Dilihat

Makkah — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh persiapan layanan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan menjelang pergerakan jemaah ke Arafah yang dijadwalkan dimulai besok, 8 Dzulhijjah 1447 H.

Seluruh jemaah haji Indonesia kini telah tiba di Makkah dan memasuki fase akhir persiapan menuju puncak ibadah haji. Kemenhaj menegaskan kesiapan layanan menjadi prioritas utama guna memastikan jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan proses pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang perjalanan.

“Besok, 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Menurut Maria, jadwal keberangkatan jemaah menuju Arafah dibagi dalam tiga trip, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Skema ini disusun untuk memastikan mobilitas jutaan jemaah berjalan tertib dan menghindari kepadatan di titik keberangkatan maupun lokasi tujuan.

Sejak Minggu pagi pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan lebih awal guna memastikan kesiapan seluruh layanan Armuzna. Persiapan tersebut mencakup pengecekan akhir tenda, distribusi konsumsi, kesiapan transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, pelindungan jemaah, hingga mekanisme penerimaan jemaah di Arafah.

“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk,” kata Maria.

Kemenhaj juga mengimbau jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan ke Arafah. Jemaah diminta memperbanyak istirahat, makan secara teratur, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta membawa perlengkapan seperlunya untuk mendukung kelancaran ibadah selama di Armuzna.

Maria mengingatkan jemaah untuk membawa barang-barang penting seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, serta perlengkapan kebersihan pribadi.

“Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan. Hindari membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar,” pesannya.

Selain itu, Kemenhaj mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian, terutama terhadap jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” tegas Maria.

Kemenhaj menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan bersama otoritas Arab Saudi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan guna memastikan pelaksanaan Armuzna berjalan optimal.

“Mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar puncak haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, serta kemudahan,” tandas Maria.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *