Dam Haji Jemaah Indonesia Lebih Transparan, Daging Kurban Akan Disalurkan untuk Palestina

Haji514 Dilihat

Makkah — Pengelolaan dam jemaah haji Indonesia tahun 2026 disebut semakin tertib dan transparan. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi, 22 Mei 2026, sebanyak 126.832 hadyu (dam) telah ditunaikan oleh jemaah haji Indonesia melalui berbagai mekanisme pembayaran dan pelaksanaan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pencatatan dam tahun ini menjadi yang paling rapi dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.

“Dalam sejarah perhajian, tidak ada data yang bisa serapi ini. Tahun sebelumnya yang terdata hanya sekitar 10 ribu. Tahun ini melonjak secara tertib sampai 126 ribu,” ujar Dahnil di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan data Kemenhaj, sebanyak 90.956 dam akan dipotong di Tanah Suci melalui program Adahi, 32.691 dam dipotong di Indonesia, 3.195 jemaah memilih menjalankan puasa sebagai pengganti, serta 1.076 jemaah melaksanakan haji ifrad.

Dahnil menjelaskan, proses pemotongan dam di Arab Saudi akan dimulai pada 10 Zulhijah 1447 H atau Rabu, 27 Mei 2026, melalui program Adahi. Untuk memastikan keterbukaan informasi, proses penyembelihan akan disaksikan langsung oleh perwakilan Kemenhaj dan wartawan.

“Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya. Ada perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai representasi dari jemaah yang memotong di Tanah Suci,” katanya.

Selain itu, Kemenhaj memastikan jemaah yang membayar dam melalui Adahi dapat memantau status pelaksanaan hadyu secara digital. Notifikasi pemotongan dam akan dikirim langsung melalui aplikasi Nusuk di telepon seluler masing-masing jemaah.

“Informasi bahwa hadyu jemaah sudah dipotong akan muncul melalui notifikasi di HP jemaah pada aplikasi Nusuk,” jelas Dahnil.

Sementara itu, pelaksanaan dam yang dilakukan di Indonesia diserahkan kepada masing-masing jemaah melalui lembaga yang dipercaya atau dilakukan di daerah asal. Pemerintah, kata Dahnil, menghormati pilihan fikih dan keyakinan jemaah terkait mekanisme pelaksanaan dam.

Dalam upaya memperluas manfaat ibadah haji, Kemenhaj juga mendorong agar sebagian besar daging dam jemaah Indonesia yang dipotong di Tanah Suci dapat disalurkan kepada masyarakat Palestina. Distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan Adahi dan Pemerintah Arab Saudi sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Kami sudah meminta kepada Adahi dan secara khusus kepada Pemerintah Saudi Arabia agar daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina,” ujar Dahnil.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian Indonesia terhadap warga terdampak krisis kemanusiaan sekaligus memperluas kebermanfaatan dam jemaah haji Indonesia.

“Ini seiring dengan perintah Presiden untuk memberikan atensi lebih tinggi kepada saudara-saudara kita di Palestina. Presiden berharap daging dam jemaah haji Indonesia dapat didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *