Bus Shalawat Dihentikan Sementara Jelang Puncak Haji 2026

Haji484 Dilihat

Makkah — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan berbagai layanan bagi jemaah di Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan fase Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam rangkaian ibadah haji sehingga seluruh aspek layanan diperkuat secara menyeluruh dan terukur.

“Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan,” ujar Ichsan di Makkah, Kamis (21/5/2026).

Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan total 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Sementara itu, jemaah yang telah berada di Makkah tercatat mencapai 193.593 orang yang tergabung dalam 502 kloter bersama 2.008 petugas. Selain itu, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi untuk menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

Bus Shalawat Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026

Dalam rangka mendukung persiapan pergerakan jemaah menuju Armuzna, layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

“Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelas Ichsan.

Layanan tersebut dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi.

Meski layanan dihentikan sementara, pemerintah memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap mendapatkan fasilitas transportasi menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel melalui layanan yang disiapkan PPIH.

“Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing,” tutur Ichsan.

Jemaah Diminta Hemat Tenaga Jelang Armuzna

Kementerian Haji dan Umrah RI juga mengimbau seluruh jemaah untuk mulai mengurangi aktivitas yang tidak mendesak menjelang fase Armuzna. Jemaah diminta menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat dan menjaga asupan cairan.

“Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor,” katanya.

Selain itu, Ichsan mengajak seluruh petugas dan jemaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya,” ujar Ichsan.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *