Wamenhaj Bertolak ke Saudi, Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Laporkan Pungutan Oknum

Haji414 Dilihat

Tangerang — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bertolak menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (18/5/2026). Keberangkatan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas sebagai bagian dari Amirul Hajj untuk memimpin misi haji Indonesia sekaligus memastikan kesiapan layanan bagi jemaah menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.

Dalam keterangannya, Wamenhaj menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih tertib, transparan, dan berorientasi penuh pada pelayanan jemaah.

“Keberangkatan kami ke Arab Saudi dalam rangka menjalankan amanah sebagai Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan baik. Di era Presiden Prabowo, penyelenggaraan haji harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Dahnil di Bandara Soekarno-Hatta.

Menjelang fase puncak haji, Wamenhaj mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga kondisi fisik, mengatur tenaga, dan tidak memaksakan diri menjalani aktivitas yang berpotensi menguras stamina.

“Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.

Pemerintah, lanjut Dahnil, terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh aspek layanan jemaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah di Tanah Suci.

Ia menekankan seluruh petugas haji harus bekerja dalam satu komando dengan pelayanan yang cepat dan responsif, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia) serta kelompok risiko tinggi.

“Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar,” tegasnya.

Selain memastikan kualitas layanan, Wamenhaj juga meminta jemaah untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik pungutan tidak resmi oleh oknum selama berada di Arab Saudi.

“Kami tegaskan, jangan ragu melapor jika ada pungutan oleh oknum. Segala bentuk pungutan di luar ketentuan resmi tidak boleh terjadi. Pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan secara serius, karena pelindungan jemaah adalah prioritas kami,” ujarnya.

Menutup pesannya, Wamenhaj mengajak seluruh jemaah untuk menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas, dan fokus mempersiapkan diri menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Kami ingin jemaah merasa aman, terlindungi, dan dilayani dengan baik. Mari fokus pada ibadah, jaga kesehatan, dan bersama-sama menjaga kelancaran misi haji Indonesia,” tutupnya.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *