PPIH Pastikan Kamar Jemaah Haji Lansia Dilengkapi Berbagai Fasilitas Khusus

Haji415 Dilihat

Makkah – Komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan terus diwujudkan pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Berbagai fasilitas khusus kini disiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk memastikan kenyamanan dan kemandirian jemaah lanjut usia selama berada di Tanah Suci.

Di Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Makkah, layanan bagi jemaah lansia tidak hanya berfokus pada pendampingan, tetapi juga menyentuh aspek fasilitas fisik hotel hingga pemenuhan kebutuhan psikologis dan spiritual jemaah.

Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daker Makkah, Mohammad Anang Firdaus, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai modifikasi fasilitas hotel guna menunjang aktivitas jemaah lansia.

“Salah satu fasilitas utama yang disiapkan adalah handling atau pegangan besi khusus di samping tempat tidur dan kamar mandi. Fasilitas ini bisa dibuka-tutup dan disesuaikan naik-turunnya untuk membantu lansia beraktivitas secara mandiri,” ujar Anang kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (17/5/2026).

Selain itu, aksesibilitas hotel juga diperkuat dengan jalur ramah kursi roda atau ramp yang tersedia mulai dari area bus hingga pintu masuk hotel. Setiap hotel di Sektor 2 bahkan diwajibkan menyediakan minimal 10 kursi roda untuk menunjang mobilitas jemaah berkebutuhan khusus.

Menurut Anang, pelayanan kepada jemaah lansia juga dibarengi edukasi kepada jemaah lain agar memiliki kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik.

“Kami juga mengajak jemaah yang sehat untuk ikut membantu dan peduli kepada jemaah lansia maupun disabilitas agar tercipta suasana ibadah yang nyaman dan saling mendukung,” katanya.

Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Tim Landis Sektor 2 rutin melakukan program Visitasi Hotel. Program ini bertujuan memantau langsung kondisi jemaah lansia serta memastikan empat kebutuhan utama mereka terpenuhi.

Pertama, kebutuhan biologis dengan memastikan asupan nutrisi sesuai kondisi kesehatan jemaah. Jika ada jemaah yang hanya dapat mengonsumsi makanan lunak seperti bubur, petugas memastikan menu tersebut tersedia. Selain itu, petugas juga mendistribusikan logistik tambahan berupa popok dewasa, underpad, dan tisu basah.

Kedua, kebutuhan psikologis melalui pemberian motivasi dan dukungan emosional. Petugas bahkan memfasilitasi panggilan video dengan keluarga di tanah air bagi jemaah yang mengalami kerinduan atau penurunan semangat selama berada di Arab Saudi.

Ketiga, kebutuhan sosiologis dengan membangun komunikasi dan interaksi antarjemaah agar lansia tidak merasa terisolasi atau terpisah dari kelompok lainnya.

Sedangkan kebutuhan religi difokuskan pada pendampingan ibadah agar seluruh jemaah lansia tetap dapat menunaikan rangkaian ibadah wajib, khususnya Umrah Wajib, secara aman dan nyaman.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan haji Indonesia yang semakin menitikberatkan pada aspek inklusivitas dan perlindungan jemaah rentan di Tanah Suci.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *