PPIH Bentuk Timsus Mina untuk Layani Jemaah Lansia dan Sakit Saat Puncak Haji 2026

Haji394 Dilihat

Makkah — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina guna mengoptimalkan layanan pelindungan dan pembinaan bagi jemaah haji Indonesia, khususnya lansia dan jemaah sakit, selama fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko pada fase paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama saat pergerakan jemaah dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina (Armuzna) yang dikenal memiliki tingkat kepadatan tinggi.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Satop Armuzna) sekaligus Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan bahwa Timsus Mina terdiri atas personel pelindungan jemaah (Linjam) yang telah memiliki pengalaman operasional haji sebelumnya.

“Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih segar untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba,” ujar Harun usai meninjau jalur pergerakan jemaah dari Mina menuju Jamarat, Minggu (17/5/2026).

Menurut Harun, tim tersebut memiliki tugas utama melakukan pengawasan, penyambutan, hingga pemantauan pergerakan jemaah haji yang tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqabah. Kehadiran Timsus Mina juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan bagi jemaah yang mengikuti skema murur, yakni melintas tanpa turun dari kendaraan.

“Fase kedatangan di Mina merupakan momentum yang sangat krusial karena berpotensi menimbulkan kepadatan sekaligus kelelahan fisik yang tinggi, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” katanya.

Fokus Layanan di Zona Maktab Jemaah Indonesia

PPIH memetakan sebagian besar jemaah haji Indonesia akan menempati Zona 3 dan Zona 5di sekitar Terowongan Muaisim. Wilayah tersebut mencakup 61 markas (maktab) dengan karakteristik berbeda, mulai dari maktab kecil di area bawah hingga maktab besar di kawasan atas.

Sementara itu, skema tanazul, yaitu jemaah yang langsung kembali ke hotel setelah melontar jumrah Aqabah, direncanakan berada di Zona 5. Saat ini, skema tersebut masih dalam tahap finalisasi sebelum diumumkan secara resmi.

PPIH Imbau Jemaah Tidak Berpindah Lantai di Jamarat

Untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus pergerakan jemaah saat lempar jumrah, PPIH juga mengimbau jemaah yang tinggal di tenda Mina agar tidak berpindah lantai setelah menjalankan prosesi di kompleks Jamarat.

“Bagi jemaah yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas arah kembali ke tenda karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim,” tegas Harun.

Jalur pulang-pergi melalui dua Terowongan Muaisim tersebut diperkirakan mencapai sekitar 4,5 kilometer, sehingga pemahaman orientasi jalur menjadi faktor penting untuk menjaga stamina jemaah selama puncak ibadah haji.

Dengan pembentukan Timsus Mina dan penguatan skema layanan pelindungan, PPIH berharap penyelenggaraan puncak haji 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, efektif, dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia, terutama kelompok rentan seperti lansia dan jemaah sakit.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *