Pesan MUI untuk Jamaah Haji 2026: Jaga Kesehatan, Patuhi Aturan, dan Perbanyak Ibadah di Tanah Suci

Berita321 Dilihat

Jakarta – Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, menyampaikan pesan penting kepada seluruh jamaah haji Indonesia agar menjalankan ibadah dengan optimal, tertib, dan penuh kesadaran spiritual.

Dikutip dari laman mui.or.id, ulama yang akrab disapa Prof Ni’am itu mendoakan seluruh jamaah diberikan kelancaran sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

“Mudah-mudahan seluruh jamaah diberi kemudahan dalam perjalanan, kemampuan menjalankan ibadah, serta mendapatkan haji yang mabrur,” ujarnya di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026),

Patuhi Aturan dan Jaga Kondisi Fisik

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, baik yang ditetapkan pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi.

Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, terutama menghadapi puncak ibadah haji yang membutuhkan stamina prima.

“Jangan memaksakan diri melakukan aktivitas sunnah secara berlebihan, apalagi dalam kondisi cuaca yang belum terbiasa. Kesehatan harus dijaga agar ibadah wajib bisa dilaksanakan dengan sempurna,” tegasnya.

Fokus Ibadah dan Refleksi Sejarah di Madinah

Prof Ni’am menjelaskan, jamaah haji kloter awal akan memiliki waktu cukup panjang di Madinah sebelum memasuki puncak ibadah haji. Karena itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi spiritual.

Ia mengajak jamaah meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melalui kunjungan ke sejumlah situs bersejarah, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, serta pemakaman Baqi.

Selain itu, jamaah juga dianjurkan memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab, khususnya di Raudhah, serta mendoakan Indonesia agar menjadi bangsa yang aman, damai, dan sejahtera.

Dalami Fikih Haji agar Ibadah Sah dan Sempurna

Sebagai ibadah mahdhah, Prof Ni’am menegaskan bahwa haji memiliki rukun dan syarat yang wajib dipenuhi. Oleh karena itu, jamaah perlu memahami fikih haji secara mendalam agar pelaksanaannya sesuai syariat.

Ia menyarankan jamaah memperbanyak membaca buku manasik serta aktif berkonsultasi dengan pembimbing haji dan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH).

“Kepatuhan terhadap aturan keagamaan dan ketentuan pemerintah menjadi kunci agar ibadah berjalan lancar dan sah secara syar’i,” pungkasnya.

Dengan persiapan matang, kedisiplinan, serta peningkatan kualitas ibadah, jamaah haji Indonesia diharapkan mampu meraih predikat haji mabrur dan membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *