Kemenhaj Pastikan Jemaah KJT-04 Diberangkatkan Aman

Haji396 Dilihat

Madinah – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh jemaah haji yang tergabung dalam Kloter KJT-04 telah melanjutkan perjalanan pulang ke Tanah Air dengan aman setelah pesawat yang melayani penerbangan mereka mengalami kendala teknis sebelum keberangkatan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa pesawat Saudia Airlines nomor penerbangan SV-5288 yang dijadwalkan melayani kepulangan jemaah Kloter KJT-04 semula direncanakan lepas landas pada Kamis (4/6/2026) pukul 18.50 Waktu Arab Saudi.

Namun, sebelum penerbangan dilakukan, terdeteksi kendala teknis yang menyebabkan pesawat belum dapat diberangkatkan sesuai jadwal. Demi menjaga keselamatan penerbangan, maskapai melakukan penundaan untuk memastikan seluruh proses pemeriksaan dan penanganan teknis dilakukan secara menyeluruh.

“Kami menegaskan bahwa keselamatan jemaah merupakan prioritas utama. Karena itu, setiap prosedur pemeriksaan dan penanganan teknis harus dipastikan selesai sebelum pesawat diizinkan terbang,” ujar Ichsan di Madinah, Jumat (5/6/2026).

Setelah proses penanganan teknis selesai dilakukan oleh pihak maskapai, pesawat berhasil diberangkatkan pada pukul 02.19 Waktu Arab Saudi. Seluruh jemaah Kloter KJT-04 dapat melanjutkan perjalanan dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah dapat diberangkatkan dengan aman dan penerbangan berlangsung lancar. Kami terus mengawal proses kepulangan jemaah agar aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas,” katanya.

Selama proses penanganan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan otoritas bandara. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tetap terpenuhi selama menunggu proses keberangkatan.

Ichsan mengatakan, Kemenhaj mendorong maskapai penerbangan untuk memperkuat pemeriksaan teknis armada sejak lebih awal sebelum jadwal keberangkatan. Langkah ini penting agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih dini dan tidak berdampak pada kelancaran jadwal kepulangan jemaah haji Indonesia.

“Kami mendorong maskapai untuk memastikan kesiapan teknis pesawat sejak awal, jauh sebelum jadwal keberangkatan. Dengan pemeriksaan yang lebih dini dan menyeluruh, potensi kendala dapat diminimalkan sehingga proses kepulangan jemaah berjalan lebih tepat waktu, aman, dan lancar,” ujar Ichsan.

Kemenhaj, lanjut Ichsan, akan terus mengawal seluruh tahapan kepulangan jemaah haji Indonesia dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk maskapai dan otoritas bandara, guna memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Yang terpenting, seluruh jemaah dapat melanjutkan perjalanan dan kembali ke Tanah Air dengan selamat. Kami akan terus memastikan layanan kepulangan jemaah berjalan dengan baik,” tutup Ichsan.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Sahabat Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *